Beranda Politik Rekam Jejak Mantan Komisioner Panwaslu Buruk

Rekam Jejak Mantan Komisioner Panwaslu Buruk

71
0
BERBAGI

***Tim Seleksi Dihimbau Mempertimbangkan

Tahtabekasi.com-Panitia Tim seleksi calon Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk Kabupaten Bekasi, pada Pemilihan Gubernur mendatang, diharapkan benar-benar melakukan secara transparan. Apalagi, jangan sampai ada kongkalingkong untuk memutuskan calon yang mempunyai afiliasi (keterkaitan) politik tertentu.

Salahsatu Pemuda Kabupaten Bekasi, Ahmad Djaelani mengatakan, tim seleksi Panwaslu juga harus memastikan bahwa calon Panwas yang terpilih nantu mempunyai kapasitas dan kompetensi dalam bidang pengawasan pemilu. Selain itu, penguasaan calon Panwas tentang Undang – undang pemilu dan peraturan pemilu lainnya harus benar dikuasai. Jika panwas terpilih tidak menguasai itu, celaka dan mengancam jalannya Pemilu.

“Penguasaan Panwas terhadap peraturan tentang pemilu, akan sangat berpengaruh dalam melaksanakan kerja pengawasan nanti. Sebab pernah ada kasus, ketika ada dugaan pelanggaran pemilu, Panwas terpilih kelimpungan terkait langkah apa yang harus diambil. Ini tidak boleh terjadi lagi,” kata dia kepada awak media.

Lanjutnya, tim seleksi juga  harus membuka ruang yang terbuka dan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan saran, masukan dan kritik terhadap nama-nama calon Panwas. Sebab keterlibatan masyarakat dalam proses seleksi panwas ini sangat penting.

“Tim seleksi jangan membuat keputusan sepihak tanpa adanya pelibatan masyarakat,” bebernya.

Untuk wajah lama, kata dia, rekam jejaknya harus kembali di teliti. Baik itu dari integritas, kinerja, kapasitas ketika menjadi Panwas dan ada atau tidaknya kecenderungan Panwas muka lama dengan partai politik atau kepentingan politik tertentu.

“Ketegasan tim seleksi kita tunggu, tim seleksi kudu berani dan jangan mau kompromi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bhayangkara, Tjandra Tjipto Ningrum menambahkan, rekam jejak calon Panwas harus benar-benar diperhatikan tim seleksi, terutama wajah-wajah lama yang kembali masuk dalam seleksi. Pasalnya, kinerja mantan Komisioner Panwaslu yaitu, Akbar Khadafi, Iwan Setiono dan Ondang memiliki rekam jejaknya yang buruk, lebih baik tidak diloloskan

Karena, selain dikhawatirkan akan memunculkan ketidakpercayaan atau distrust dari masyarakat kepada mantan Komisioner Panwaslu tersebut terpilih kembali, Penyelenggara Pemilu yang dibidang Pengawasan sudah tidak independen.

“Ada PR dugaan pelanggaran yang tidak diselesaikan dan tebang pilih oleh mantan Komisioner Panwaslu, yang mengikuti pencalonan lagi. Selain, kurang independennya mereka (Akbar Khadafi, Iwan Setiono dan Ondang, red), para Camat dengan salam 5 Jari (mendukung salah satu calon Bupati saat Pilkada lalu, red), hingga kini lolos dari jeratan dan sanksi hukum,” tandas Tjandra. (ndi)