Beranda Budaya Peringati Hari Nelayan, Pemerintah Harus Lebih Peduli

Peringati Hari Nelayan, Pemerintah Harus Lebih Peduli

415
0
BERBAGI

Tahtabekasi.com-Pro kontra terhadap kebijakan pemerintah Indonesia terhadap nelayan tetap bergulir, apalagi pada saat ini upaya pemerintah dalam rangka menjaga kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan, harus didukung penuh, karena itu semua adalah warisan.

Namun yang menjadi permasalahan pada saat ini ialah, nelayan harus kena imbasnya dengan dibatasi untuk menangkap ikan dilaut dengan persoalan aturan Permen No 2 Tahun 2015, tentang bahaya-bahaya penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan terhadap kelestarian Sumberdaya ikan Indonesia.

Adanya persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Bhayangkara, Tjandra Tjipto Ningrum menyampaikan, sangat apresiasi dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan langkah – langkah tersebut, namun Nelayan tentunya memerlukan biaya untuk makan keluarga, kesejahteraan, biaya sekolah anak dan lain – lain.

“Hal itu bisa didapat dalam kebutuhan para Nelayan dengan mengambil ikan dilaut, meskipun adanya dengan cara merusak lingkungannya,” ujarnya kepada Tahtabekasi.com, Rabu (6/4) Kemarin.

Memperingati Hari Nelayan Nasional pada 6 April, Lanjut Tjandra mengatakan, pemerintah harus lebih peduli terhadap nelayan dan memiliki data yang jelas terkait nelayan – nelayan kecil, sehingga pemerintah bisa membuat kebijakan untuk membantu masyarakat dalam hal pengalihan alat tangkap, dengan sistem pemberian pinjaman atau ganti rugi.

“Alat tangkap nelayan bisa diambil dan diganti dengan alat tangkap baru yang lebih ramah lingkungan,” kata Pemuda asal Kecamatan Cikarang Barat tersebut.

“Selain itu juga bisa memberi pinjaman lunak dengan menghidupkan kelompok- kelompok nelayan,” sambung, mahasiswa Fakultas Hukum.

Terlepas dari pro kontra aturan tersebut, sambung Tjandra, sebagai warga negara yang peduli terhadap kelestarian sumberdaya perikanan, serta peka terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan. Seharusnya pemerintah bisa memahami permasalahannya dalam berbagai sudut pandang, sehingga bisa dicapai solusi untuk permasalahan alat tangkap nelayan.

“Nelayan juga ujung tombak Negara ini, mereka penambah pendapatan peronomian kita. Jadi harus ada pendampingan. Sehingga nelayan bisa terbantu dalam rangka pengalihan alat tangkap tersebut,” pungkasnya.(Vic)