Beranda Budaya Pangsi Letakkan Ornament Bambu Runcing Di Tugu Bulan-Bulan

Pangsi Letakkan Ornament Bambu Runcing Di Tugu Bulan-Bulan

248
0
BERBAGI

Tahtabekasi.com-Untuk memperingati hari sejarah tanggal 17 januari 1950, yang dilakukan oleh Pahlawan KH.Noer Alie, massa dari Paguyuban Pemangku Seni Budaya (Pangsi) Bekasi Raya mengingatkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan masyarakat meletakkan kembali ornament Bambu runcing atau tugu patriot dengan bentuk berbeda.

Pemerhati Budaya Bekasi Raya, H. Rahmat Malik menyampaikan dengan bentuk berbeda, lahan bundaran tugu yang sempat kosong tersebut, yang notabenya bukan dipasang seperti symbol Ikan yang dulu.

“Kami datang ke tugu bulan-bulan untuk memberikan contoh, terserah pemerintah kota bekasi mau diperbagus seperti apa. Yang penting gaya dan Icon tersebut tetap bambu runcing yang menjadi Icon Kota Bekasi , Kota perjuangan yang menjadi kebanggaan warga Bekasi,” ungkap Rahmat Malik .

Menurutnya, peletakan symbol Bambu Runcing tersebut, menjadi Icon Bekasi, karena pada jaman era perjuangan, para Pahlawan menggunakan Senjata dari Bambu Runcing. Disinilah para Budayawan Bekasi ingin mengangkat kultur kebudayaan Bekasi, serta memberikan pendidikan Budaya kepada generasi bangsa, yaitu warga Bekasi,

“Supaya masyarakat tau, bahwa Bekasi memiliki nilai sejarah yang unik dan hebat untuk tetap dikenang jasa-jasa para Pahlawan Bekasi. Kami berharap pesan dari Budayawan, hari ini bisa mengingatkan kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk tunaikan seperti ini. Ga usah memikirkan bentuk macam-macam, yang sekarang berdirinya Bambu juga sudah mejadi simbolnya Kota Bekasi,” paparnya.

Ketua Pangsi Budayawan Bekasi Raya, Drahim Sada menyampaikan, bahwa sudah mencanangkannya sejak 2014 bersama perguruan pencak silat se-Bekasi Raya untuk menanamkan bambu lima runcing di tugu bulan-bulan ini.

“Peletakan symbol Bekasi tersebut sudah diajukan kepada Pemkot Bekasi saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) beberapa waktu lalu. Sekarang kita realisasikan secara swadaya oleh Paguyuban Pemangku Seni Budaya Bekasi Raya,” tuturnya.

Dulu Patriot itu menjadi ciri khas, para Pahlawan Bekasi berjuang melawan para Penjajah Jepang menggunakan Senjata dari Bambu Runcing. Selain itu juga menggunakan golok. dalam hal ini supaya masyarakat dan generasi Bekasi tau makna dari Bambu dan Golok.

Pada tanggal 17 Januari 1950, pahlawan Bekasi KH.Noer Ali serta para pahlawan lainnya menggelar rapat Akbar besar di hadiri 25 ribu warga Bekasi. salah satu tuntutannya memisahkan diri menjadi Kabupaten Bekasi. Yang kedua, saat ini yang paling berasa yaitu lahirnya NKRI karena tuntutan saat Apel Akbar di Alun-Alun Kota Bekasi .

“Harapan saya kedepan, agar masyarakat Kota Bekasi bisa mengenang Sejarah dan jasa-jasa para pahlawan kita yang sudah rela berkorban untuk Kota Bekasi. tanpa ada sejarah, mungkin saat ini tidak akan ada yang namanya Kota Bekasi, tidak akan ada Kabupaten Bekasi,” paparnya.

Ditempat yang sama, Budayawan Bekasi Raya, Deni Jiun juga angkat bicara terkait sejarah Bambu Runcing yang menjadi Icon Kota Bekasi.

Kalau kata Bahasa Al’Quran, perhatikanlah sejarah untuk masa depan, ketika sejarah ini sudah hilang, ciri, karakter dan jatidiri Bekasi akan hilang juga. Nanti berdampak pada Mindset dan Psikolog masyarakat kota Bekasi, dimana Bekasi yang dulu identic dengan Budayanya, sekarang sudah hilang.

“Hilangnya, karena masyarakatnya tidak mau mengenang sejarah Bekasi itu dulunya seperti apa ? . Makanya saya dan rekan-rekan Pemerhati Kebudayaan Bekasi berharap, untuk di implementasikan sebuah bentuk momen dan tugu untuk menjadi lambang perjuangan untuk mengingatkan sejarah kepada masyarakat,”harapnya.

“Ketika masyarakat menangkap makna sejarah Bekasi itu. Maka Pemerintah harus mau di kritik, ketika tidak terima kritik dari masyarakat , saya rasa ini menjadi barometer. Sejauh mana kadar Pemimpin daerah kita mau menjalankan kinerjanya,”tuturnya.(***)