Beranda Olahraga Kepala BPN Kab Bekasi Guyur Bonus Lifter Peraih Perak Olimpiade

Kepala BPN Kab Bekasi Guyur Bonus Lifter Peraih Perak Olimpiade

239
0
BERBAGI

Tahtabekasi.com-Sri Wahyuni (Lifter) asal Kabupaten Bekasi yang meraih medali perak di kelas 48 kg di olimpiade Rio De Janeiro- Brazil 2016, di guyur bonus dari Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Dirwan Andi Dachri atas pretasi yang sudah dicapainya dan membawa nama baik Kabupaten Bekasi maupun bangsa di kancah internasional.

“Bonus yang kita berikan berupa tanah kapling beserta sertifikatnya atas prestasi yang sudah dicapai Sri Wahyuni di olimpiade Rio,” ujarnya di wawancarai di Kantornya, Selasa (30/8).

Dijelaskan Dirwan, Bahwa pemberian bonus merupakan bentuk apresiasi Real Estate Indonesia (REI) Kabupaten Bekasi atas prestasi yang sudah dicapai dalam olimpiade. Kemudian juga sebuah prestasi yang membanggakan yang perlu didorong terus sehingga prestasi yang sudah ada bisa ditingkatkan lagi terutama bagi atlet-atlet yang lain khususnya di Kabupaten Bekasi.

Dirinya menjadi pembina selama empat tahun di cabang olah raga (cabor) angkat besi, kerja sama antara pelatih, atlet ,dan pembina memang perlu di tingkatkan ke depannya. “Memang sekarang saya masih merasa kurang memberi perhatian terhadap masalah ini, dimana terkadang saya berikan kepada anak buah untuk mengontrol keberadaan atlet,” paparnya.

Dirwan menambahkan, Jadi pencapaian prestasi yang diraih Sri  Wahyuni merupakan suatu kepercayaan yang diberikan kepada dirinya selaku pembina, dan semoga ada yuni-yuni yang lain di kabupaten bekasi bermunculan. Bahkan dirinya menghimbau kepada stakholder di kabupaten bekasi memberikan pengayoman karena untuk meraih juara perlu dilakukan pembinaan secara bersama sama.

Sementara itu, Sri Wahyuni atlet angkat besi peraih medali perak olimpiade mengatakan, bahwa dirinya mencatatkan angkatan total 192 Kg. Dengan angkatan snatch 85 kg dan clean & jerk 107 kg. Menjadikan debut pertama lifter putri kelahiran bandung 13 Agustus 1994 di olimpiade rio janeiro 2016.

Di pertadingan kejuaran naik di lifter 48 kg tidak mengalami kenaikan sehingga meraih perak, sedangkan untuk emas dimana total angkatannya 108 kg dengan snacth 92 dan clean jerk 200 kg. Sri  mengaku sudah melakukan berbagai persiapan jelang olimpiade salah satunya Training Center (TC) di jakarta mulai januari sampai agustus, dimana hanya mengikuti semua program yang sudah di kasih pelatih.

“Persiapan yang dilakukan sebelum pemberangkatan olimpiade di Training Center (TC) di jakarta dengan meningkatkan program yang di berikan pelatih,” katanya.

Sebelum pemberangkatan, sambung Yuni, dirinya sudah di istirahatkan selama 3 minggu terus kemudian langsung berangkat ke Rio. Bahkan target ke depan yang diinginkannya adalah meraih emas di PON jabar mendatang.

“Moga saja di PON mendatang bisa meraih emas lagi untuk yang kedua kalinya,”terangnya.

Di tempat yang sama, Supeni pelatih Sri Wahyuni mengatakan fokus yang ditujukan adalah mengiringi atlet selama 1 periode olimpic mulai dari 2009 tingkat pelajar mulai satu persatu diantaranya sea games, PON, Asean Games fan terakhir puncaknya di olimpiade rio.

Jadi kebetulan dari 2013 sentral latihan yang di berikan ke sri wahyuni ada di sini (Kabupaten Bekasi -red). Porsi latihan yang di berikan tentu sangat berat karena satu prosesnya jangka panjang yang terus menerus serta penekanan apreisal target dari Pabbsi maupun negara serta keterkaitan pihak lain yang mendukung kerja sama yang baik.(Ane/Dje)