Beranda Sosial Masyarakat Disperkimtan Didesak Blacklist CV. NABASA, Coredill Buktikan Pencurian Volume

Disperkimtan Didesak Blacklist CV. NABASA, Coredill Buktikan Pencurian Volume

63
0
BERBAGI

Tahtabekasi.com-Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Pemkab Bekasi didesak untuk segera memasukkan CV. Nabasa ke dalam daftar hitam (Blacklist), sebab diduga melakukan kecurangan berupa pencurian volume dalam pembangunan jalan di Kp. Selang tengah Jl. Gg. Fitrah Haniah Rt. 006/002, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi tahun 2017.

Pencurian volume tersebut terungkap setelah dilakukan pengujian ketinggian (ketebalan) dengan alat coredill oleh Disperkimtan Pemkab Bekasi. Sebelum hasil pekerjaan yang bermasalah, pada saat pelaksanaan juga tidak ditemukan papan proyek sebagai acuan atau transfaransi penyerapan anggaran.

“Niat untuk menggelapkan anggaran sudah terlihat sejak dimulainya pekerjaan. Tidak ditemukannya papan proyek, hingga ketebalan jalan yang tidak sesuai ketentuan merupakan langkah kecil dalam merampok uang rakyat, ” kata Ketua TOPAN-RI Perwakilan Kab. Bekasi kepada Tahtabekasi.com.

Bahkan Konsultan yang ditemui di lokasi pekerjaan juga membenarkan tindakan kontraktor yang tidak sesuai ketentuan dan menyebutkan bahwa jaling di Kp. Selang tengah Jl. Gg. Fitrah Haniah Rt. 006/002 dikerjakan CV. Nabasa.

Baca Juga :  Aduuh…Cor Asal Jadi Diduga PPTK, Pengawas Tutup Mata

Salah satu hasil di Kp. Selang tengah Jl. Gg. Fitrah Haniah Rt. 006/002, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung

Yayat menjelaskan, pekerjaan jaling di Kp. Selang tengah Jl. Gg. Fitrah Haniah Rt. 006/002, Kelurahan Wanasari,  Kecamatan Cibitung yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) menyebabkan kualitas jalan sangat buruk atau diragukan. “Setiap Kegiatan harus memasang papan proyek sebagai acuan anggaran yang terserap, sehingga dapat diketahui oleh masyarakat,” ujarnya.

Yayat juga mendesak agar Kadis Perkimtan Pemkab Bekasi, H. Jamaluddin, memblacklist CV. Nabasa karena melanggar kontrak kerja sebagaimana disepakati. Selain itu ia meminta agar Disperkimtan memerintahkan kepada semua pemborong untuk memasang papan proyek saat bekerja. “Pantauan sejumlah rekan media, banyak pemborong saat mengerjakan proyek jalan di Kabupaten Bekasi tidak memasang papan proyek, maka dapat kami indikasikan ini adalah pembiaran dari pihak Disperkimtan, agar pihak pemborong dapat menggelapkan nilai anggaran tersebut untuk mengelabui masyarakat.” bebernya.

Selain itu, Yayat juga mendesak Kepala Dinas Perkimtan agar memberikan sanksi kepada Pengawas dan Konsultan serta PPTK dalam kinerja di lapangan. “Penyelewengan di lapangan tidak akan mungkin bisa terjadi kalau Pengawas menjalankan tugasnya dengan baik. Kami menduga ada kong kalingkong antara pelaksana dengan pengawas, sehingga pencurian volume oleh CV. Nabasa dapat terjadi, ” pungkasnya. (hdy)