BERBAGI

Tahtabekasi.com-Mengabaikan tanggung jawab serta diduga melanggar aturan mekanisme sebagai direksi, Dua direksi PDAM Tirta Bahagasasi Usep Rahman Salim, bersama Ulan Ruslan, berangkat ke Korea tanpa diketahui staf hingga pemilik saham Bupati dan Walikota.

Keberangkatan dua direksi yang hingga saat ini belum diketahui maksud dan tujuannya, pada Selasa 28 November 2017 lalu, saat ini menuai kritikan pedas dari sejumlah kalangan, kususnya pegawai hingga staf dilingkungan PDAM Tirta Bahagasasi. Bahkan dengan kepergiannya tersebut, Usep dan Ulan dianggap telah menghambat kinerja pelayanan PDAM.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu dewan pengawas PDAM Tirta Bahagasasi yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, ketidak hadiran dua direksi beberapa hari lalu, mencontohkan ketidak profesionalan seorang direksi dalam menjalankan tupoksi hingga aturan yang berlaku.

Bahkan, dua direksi yang saat ini diketahui berangkat ke Korea tersebut, tidak diketahui tujuannya, tidak ada tugas ataupun jadwal kedinasan.

“Semua juga sudah pada tau bang, karyawan hingga staf PDAM terkait kepergian direksi ke Korea merupakan kepergian yang tidak memiliki izin,”tegasnya.

Kritikan pedaspun disampaikan Ketua Umum LSM Kompi Ergat Bustomi yang mengetahui keberangkatan Usep dan Ulan terusebut, tanpa diketahui Bupati bahkan Dewan Pengawas, seharusnya dalam setiap perjalan dinas yang gunanya kepentingan PDAM hingga ketidak hadiran direksi, harus diketahui jelas oleh Bupati sebagai pemilik saham dan dewan pengawas.

“Memang ini perusahaan dia, tidak masuk kantor ataupun berpergian tanpa ada pemberitahuan serta izin dari pemilik, yaitu Bupati, apalagi jika memang itu ada tugas atapun undangan resmi dari pihak lain,”tuturnya.

Namun ketika tahtabekasi.com mencoba menanyakan langsung melalui telfoun seluler Direktur Utama Usep Rahman Salim, melalui pesan singkat whatsApp terkait hal itu, Usep langsung memblokirnya.

Tahtabekasi.com pun langsung menghubungi Kepala Bagian Humas PDAM Tirta Bahagasasi Yusmed, terkait keberangkatan Dirut dan Diru. Tersebut, merupakan undangan resmi dari salah satu perusahaan di Korea yang bergerak di bidang air minum.

“ya memang benar bahwa Dirut dan Dirum berangkat ke Korea atas undangan dari salah satu perusahaan yang bergerak di bidang air minum, itu jelas undangan resmi dan tidak perlu harus ada izin dari dari Bupati atau Walikota dan Dewan Pengawas,”ucapnya.

Namun dikatakan Yusmed, dari perusahaan apa yang mengundang PDAM Tirta Bahagasasi dirinya tidak mengetahui dan ketika diminta menunjukan bukti undangan tersebut Yusmed tidak bisa menunjukannya.(Red)