Beranda Sosial Masyarakat Diduga Krisis Kepercayaan, OTT Ditreskrimsus Jadi Bahan Olokan Media Sosial

Diduga Krisis Kepercayaan, OTT Ditreskrimsus Jadi Bahan Olokan Media Sosial

107
0
BERBAGI

Tahtabekasi.com-Bukan mendapatkan pujian atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Kusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, terhadap salah satu pegawai Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi. Namun operasi tersebut hanyalah sebagian kecil, dan bukanlah sebagai bentuk tindakan tegas terhadap banyaknya pungli dan korupsi di Kabupaten Bekasi.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Kusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, terhadap salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) DPMPTSP Kabupaten Bekasi berinisial AH (42) dengan barang bukti uang sejumlah 34 juta rupiah.

Dengan ramainya informasi dan pemberitaan terkait penangkapan tersebut, beberapa akun media sosial warga Kabupaten Bekasi yang mengetahui hal tersebut. Ramai membuat status serta komentar komentar pahit terhadap penangkapan yang telah dilakukan.

Seperti pada akun Facebook Jemi Fitter dengan Status “OTT (operasi tangkap teri)” yang dibuatnya pada 18-september pukul 20.21 langsung mendapatkan respon beberapa komentar dari status yang dibuatnya.

Seperti pada akun Rudi Hartono yang berkomentar, “Kakapnya mah aman pa” dan langsung mendapatkan jawaban “Yang mau nangkep kakapnya lagi OTW bang,” dan akun Ahlan Suhaeli Hasibuan yang berkomentar OTT merupakan “operasi tumpang tindih.”

Bahkan pada akun R Taty Haryati yang berkomentar, “Ma kakap gak berani emang,” dijawab dengan bahasa sunda, “sieuneun bi. Kakap mah galak cenah,” R Taty Haryati “Loba teuing backing na meureun nya,” Jemi Fitters “muhun bi kakap mah jagoan rek OTT jadi OTW.” (Red)