Beranda Pendidikan Dewan Provinsi Pantau Praktik Pungli PPDB Online

Dewan Provinsi Pantau Praktik Pungli PPDB Online

107
0
BERBAGI

***SMKN 1 Cikarang Barat Rawan Titipan Siswa

Tahtabekasi.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menyoroti pelaksanaan PPDB Online tingkat SMA / SMK jalur non akademik, yang diduga melakukan praktek titipan ataupun rawan gratifikasi di Kabupaten Bekasi, salahsatunya di SMKN 1 Cikarang Barat.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purnamadewi Sundari mengatakan, ditemukannya kendala dalam pelaksanaan PPDB Online, harus dapat diselesaikan. Apalagi, ini merupakan tahun pertama pelaksanaan PPDB Online tingkat Provinsi. Apalagi, pihaknya sudah menerima pengaduan tentang dugaan praktik titipan siswa.
“Kami berharap yang kaitan dengan ada beberapa kendala di proses PPDB ini, semoga dapat diselesaikan dengan baik. Karena ini juga bagi provinsi ini adalah tahun pertama SMA / SMK masuk wilayah dan kewenangan provinsi,” kata dia saat diwawancarai media.

“Secara resmi, besok (hari ini) akan saya cek mengkoordinasikan kalau ada permasalahan terkait dengan PPDB. Makanya tadi saya minta, kalau memang ada masalahanya dan solusinya harus bagaimana, supaya menjadi perhatian dan catatan untuk dapat diselesaikan,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua Komite SMKN 1 Cikarang Barat, Kardin menegaskan, pelaksaan PPDB Online tahun ajaran 2017/2018, pihak Komite tidak dilibatkan oleh Kepala SMKN 1 Cikarang Barat. Kendati demikian, jika benar ada titipan siswa di SMKN 1 Cikarang Barat dengan dititipkan di USB SMKN 3 Cikarang Barat, pihaknya akan melakukan rapat secara internal.
“Saa belum tahu kalau ada titipan siswa di SMKN 1 Cikarang Barat, jangankan soal itu, saya aja gak diajak rapat buat PPDB Tahun ini. Tapi (soal titipan siswa, red) nanti saya tanyakan ke Kepala Sekolah dulu,” jelas Kardin via seluler.

Perlu diketahui, info yang dihimpun media, bahwa para pendaftar yang di SMKN 1 Cikarang Barat diduga dipungut sebesar dari Rp. 2 Juta hingga Rp. 4 Juta, untuk bersekolah di SMKN 1 Cikarang Barat, namun siswa tersebut didaftarkan di USB SMKN 3 Cikarang Barat.
Sehingga, setelah masa siswa tersebut memasuki kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa menggunakan baju SMKN 1 Cikarang Barat, sesuai dengan perjanjian dari awal titipan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, orangtua calon siswa yang mendaftar di SMKN Cikarang Barat saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online, mengeluhkan anaknya tidak masuk saat pendaftaran melalui jalur Afirmasi atau menggunakan dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM).
“Saya bingung anak saya tidak bisa masuk ke SMKN 1 Cikarang Barat, padahal ada jalur pake SKTM,” kata salah satu orangtua murid saat diwawancara , pada Selasa (13/6).

Dikatakan dia, calon siswa yang mendaftar di SMKN 1 Cikarang Barat yang menggunakan SKTM dengan nilai Ujian Nasional (UN) dibawah anaknya justru masuk. Sehingga, dirinya juga menaruh curiga bahwa PPDB Online diduga hanya bisa masuk dari titipan segilintir oknum.
“Saya juga awalnya ada yang bicara dan nawarin juga kalau mau masuk, bisa lewat belakang. Tapi saya gak mau, karena memang gak punya uang,” keluh sang ibu.

Ibu yang berstatus janda tersebut berharap anaknya dapat bersekolah di SMKN 1 Cikarang Barat, dengan sesuai jurusan yang dikehendakinya. Pasalnya, di SMKN 1 Tambun Selatan lebih condong dengan jurusan kapasitas perempuan.
“Saya asli orang Sumberjaya, gak ada biaya juga buat anak saya yang sekolah di swasta. Saya juga minta Ibu Bupati buat dengan orang miskin kaya saya,” tutur dia.

Sementara itu, dugaan salahsatu calo untuk bermain dengan melakukan titipan sempat menawarkan kepada wartawan Cikarang Ekspres jika mempunyai berkas pendaftaran meskipun namanya tidak ada di online. “Itu mah (di online, red) bisa di geser, kan di online juga gak dikasih tau nilai UN. Operator yang tau, kau ada berkas gak?,” kata salahsatu calo, TH.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Cikarang Barat, Nopriandi membantah adanya titipan-titipan untuk calon peserta PPDB dan dipastikan dirinya tidak asa permainan. Apalagi pihaknya hanya menerima pemberkasaan dalam penyeleksian.
“Setahu kami tidak ada permainan dan tidak ada titip-titipan mas, semua berjalan apa adanya, aplikasi yang menyeleksi. Kalau pemberkasan sesuai yang kita terima mas,” tandas Nopriandi. (ndi)