Beranda Pemerintahan BPN dan Kemen PUPR “Kebut” Pembebasan Tol Cibitung-Cilincing

BPN dan Kemen PUPR “Kebut” Pembebasan Tol Cibitung-Cilincing

60
0
BERBAGI

Tahtabekasi.com-Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah Kabupaten Bekasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) terus kebut pelaksanaan pembebasan dan pembayaran lahan yang terkena lintasan tol Cibitung – Cilincing dikarenakan untuk tahun 2017 harus rampung.

Kepala Kantor BPN Korwil Kabupaten Bekasi, Deni Santo yang diwakilkan Kepala Seksi Pertanahan, Agus Susanto menuturkan, pihak BPN menfasilitasi ganti rugi tanah pembangunan jalan Tol Cibitung-Cilincing bagi masyarakat yang terkena lintasan yang di tahun 2017 harus selesai.

Untuk sekarang di wilayah Desa Pantai Makmur dari 167 pemilik tanah sudah dilakukan sosialisasi yang kemarin yang sekarang masih tersisa 91 pemilik tanah.

” Untuk sekarang baru musyawarah apa bentuk ganti ruginya tanah, bagi para pemilik tanah,” tuturnya di Desa Pantai Makmur seusai melaksanakan musyawarah bentuk ganti kerugian  pengadaan tanah tol Cibitung-Cilincing, Selasa (31/10).

Dalam bentuk ganti rugi, papar Agus Susanto ada ganti uang, tanah pengganti, saham dan bentuk lain yang disepakati kedua belah pihak.

“Kami dialog agar didapat titik temu, dan pada hari ini di sini telah disepakati bersama dalam bentuk uang, Intinya kami disini selaku pelaksana akan membantu warga secara maksimal baik dalam kelengkapan pemberkasan maupun solusi-solusi sesuai apa yang diharapkan mereka, sehingga semuanya puas pada saat pembayaran nanti,” tuturnya.

Sementara itu, Dodit Dimas perwakilan Kementerian PUPR menyampaikan, pihaknya bersama BPN Korwil Kabupaten Bekasi sebagai tim Pelaksana Pengadaan Tanah (P2T) sudah melaksanakan musyawarah pembebasan dan tinggal di Desa Pantai Makmur yang baru terlaksana untuk hari ini. Sesuai dengan UU No. 2 tahun 2012 dan Perpres 71 tahun 2012 Tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

“Di sini 91 warga yang kami undang, ini sudah musyawarah yang ke 2 untuk mengetahui bentuk apa yang disepakati warga. Dan Alhamdulillah mereka sepakat ganti rugi bentuk uang,” katanya.

Jika ada gejolak dikarenakan ketidak puasan, kata Dodit Dimas, semisal untuk perbaikan luas tanah adanya kesalahan bisa dilakukan, karena ada perbedaan ukuran. sedangkan  perbedaan nilai pihaknya tidak bisa merubah yang bisa hanya pihak pengadilan.

“Untuk nilai harga kami tim P2T tidak tau kan bentuknya, amplop yang isinya hasil dari tim independent KJPP,” ucapnya.

Sedangkan, progress yang sudah dilakukan untuk tol Cibitung-Cilincing dilakukan land clearing di beberapa tempat termasuk di titik awalnya di wilayah Cibitung, sudah dilakukan pemancangan dan ini dilakukan paralel.”Untuk sekarang kami (Kemen PUPR-red) sudah melakukan sudah lakukan land clearing dan melakukan pemancangan di wilayah cibitung,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Desa Pantai Makmur H. Aman Jalih menyampaikan dirinya hanya sebagai fasilitator warganya yang terkena lintasan jalan tol Cibitung-Culincing itu, sejumlah kurang lebih 167, dan pada hari ini Selasa (31/10) gelombang Ke-2 sejumlah 91 bidang.

“Saya sebagai Kades hanya memfasilitasi warga saja, jadi yang kami undang gelombang 2 ini sejumlah 91 bidang,”katanya singkat. (Hdy)